This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalize ads and to analyze traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn More

Kapan Sebaiknya Ibu Hamil Harus Bersalin Di Rumah Sakit ?

Kapan Sebaiknya Ibu Hamil Harus Bersalin Di Rumah Sakit ?
termotok.blogspot.com - Ada beberapa kondisi tertentu yg mengharuskan ibu hamil bersalin di rumah sakit dgn fasilitas lengkap. Bukan di klinik bidan / dokter umum. Kondisi apa sajakah yg dpt menyebabkan hal itu terjadi ?

Pada prinsipnya, tiap ibu punya hak untk memilih tempat bersalin. Apakah ke bidan, dokter umum, / dokter spesialis. Tapi ada baiknya pilihan tempat bersalin ni direncanakan sejak awal. Semakin dini rencana dicanangkan, semakin mantap ibu mengambil keputusan. Kemantapan ni penting karena akan memberikan aura positif bagi kelancaran persalinan, masa pasca lahir serta kesuksesan inisiasi menyusu dini (IMD).

Meski pilihan ada pd ibu, tapi sungguh bijak bila ibu tetap mendengarkan saran tenaga medis. Terutama bila ibu memeriksakan kehamilan di lini pertama seperti bidan / dokter umum. Bidan / dokter umum diharapkan dpt menyeleksi, apakah ibu memang bisa melahirkan di bidan / puskesmas, / harus di rumah sakit dgn fasilitas lebih lengkap.

Mengapa? Sebab dpt saja ketika di trimester awal kehamilan, ibu dlm kondisi baik, tapi dlm perjalanan kehamilan di trimester kedua, tensi darah ibu meningkat. Saat mendeteksi hal ini, bidan/dokter umum idealnya akan merujuk ibu segera ke dokter spesialis untk mendapatkan pengobatan lebih intens karena kenaikan tensi darah bisa mengindikasikan adanya gangguan pd ibu / janin.

Saran tersebut sebaiknya ibu ikuti karena salah satu tugas bidan / dokter umum sebagai lini pertama adlh mengedukasi pasien, termasuk melahirkan di tempat yg tepat. Ibu tak harus langsung pindah ke dokter subspesialis. Boleh saja sampai usia kehamilan tertentu ibu melanjutkan kontrol rutin di bidan/dokter umum. Tapi begitu, kontrol kehamilan trimester akhir hingga persalinan harus dilakukan di rumah sakit.

Bila saran ni tak diabaikan, kemudian saat bersalin ada proses penyulit / bayi dilahirkan prematur dikhawatirkan ibu / bayi tak bisa memperoleh penanganan yg tepat dan cepat karena fasilitas di klinik praktik bidan/dokter umum biasanya tak lengkap. Di saat genting itu pun akan sangat repot untk mencari-cari rumah sakit. Kondisi ni bisa membuat stres padahal stres justru dpt menghambat persalinan karena mulut rahim menjadi kaku dan tak relaks.

Umumnya saat ini, bidan / dokter umum sudah memilki dokter spesialis kebidanan dan kandungan rujukan. Bila pd trimester dua / trimester tiga, bahkan menjelang persalinan diketahui ibu ada penyulit, petugas medis/dokter di puskesmas akan segera mengontak rumah sakit daerah/rumah sakit umum terdekat untk merujuk ibu kesana. Bidan yg terlatih dan berdedikasi, malah akan mengantar ibu ke dokter spesialis yg menjadi mitranya.
Beragam Alasan Medis
Kapan Sebaiknya Ibu Hamil Harus Bersalin Di Rumah Sakit ?
Seperti disebutkan, ibu hamil memilih tempat bersalin adlh hak ibu. Namun, dgn melihat beberapa kondisi di bawah ini, sebaiknya tanpa ragu, pilihlah rumah sakit besar yg fasilitasnya komplet. Kondisi-kondisi tersebut adlh :
  1. Adanya Gangguan Kesehatan Yang Menetap. Ibu dgn gangguan kesehatan seperti anemia, asma, jantung, dan diabetes, meskipun diprediksi dpt melahirkan normal, sejatinya pd saat persalinan nanti perlu didampingi oleh tenaga-tenaga spesialis yg menyangkut gangguan kesehatan tersebut. Oleh sebab itu, disarankan utuk melahirkan di rumah sakit besar yg dokter spesialisnya lengkap.
  2. Usia Ibu Hamil. Ini merupakan faktor risiko lain yg patut dipertimbangkan dlm pemilihan tempat bersalin. Ibu yg berusia di bawah 35 tahun berisiko lebih sedikit dibandingkan dgn ibu berusia di atas 35 tahun. Ibu di atas usia 35 tahun apalagi jika melahirkan anak pertama sebaiknya dibantu dokter spesialis di rumah sakit, karena pertimbangan risiko / penyulit persalinan.
  3. Riwayat Kehamilan. Biasanya saat kelahiran anak pertama ibu belum mempunyai pengalaman mengenai lancar tidaknya melahirkan sehingga diperlukan persiapan mengenai keamanan dlm bersalin. Begitu pun pd persalinan setelah anak ketiga karena ada risiko perdarahan.
  4. Kondisi Janin. Jika ada permasalahan pd janin, maka perawatan harus dilakukan di rumah sakit/rumah sakit rujukan. Bagitu bayi lahir, sudah dpt dilakukan penanganan secara khusus yg hanya dpt dilakukan di rumah sakit besar/rumah sakit rujukan yg memiliki NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan fasilitas High Care lainnya.
    Bila sudah memiliki rumah sakit untk tempat melahirkan, maka yakinkan bahwa rumah sakitnya termasuk rumah sakit Sayang Mama. Rumah sakit ni mempromosikan persalinan senormal mungkin, tanpa intervensi / tindakan tergesa, menyediakan fasilitas rawat gabung klinik laktasi untk mendukung ibu dan bayi sukses full ASI, serta memiliki sarana lengkap kamar bersalin dan operasi 24 jam.
Buku Kontrol Kehamilan
Kapan Sebaiknya Ibu Hamil Harus Bersalin Di Rumah Sakit ?
Saat pertama kali kontrol kandungan, ibu tentu di beri buku catatan/buku kontrol, bukan? Nah, buku ni sebaiknya dibawa jika ibu bepergian. Dalam keadaan darurat, buku kontrol bisa membantu petugas medis/dokter melihat data terakhir akan kondisi kehamilan ibu. Misal, usia kehamilan, kondisi ibu (apakah mengalami infeksi saat kehamilan / tidak), kondisi janin, dan sebagainya.

Buku kontrol ni jg berguna saat ibu memutuskan untk melahirkan di lokasi yg berbeda dari lokasi yg selama ni ibu datangi untk kontrol. Contoh, ibu selalu memeriksakan kehamilan di Jakarta dan kemudian mau melahirkan di tempat kelahirannya di Bali supaya dekat dgn keluarga besar.

Jadi, ingat selalu untk membawa buku catatan kehamilan ini.
Waspadai Tanda Menjelang Persalinan
Di usia cukup bulan untk melahirkan, ibu perlu memperhatikan tanda-tanda persalinan berikut ni :
  1. Muncul kontraksi (perut terasa mulas) yg berlangsung dgn jarak teratur dan semakin sering.
  2. Sejak mulas pertama, paling cepat proses persalinan akan terjadi dlm waktu 6 jam. Normalnya, di kala awal, untk pembukaan 1 cm jalan lahir dibutuhkan waktu sekitar 1 jam.
  3. Jika kontraksi (mulas) sudah membuat ibu tak tahan, biasanya sudah terjadi pembukaan ketiga / keempat (3-4 cm). Ibu sudah harus mendatangi bidan / dokter di klinik/rumah sakit. Disana akan dilakukan pemeriksaan CTG (denyut jantung) untk memantau kondisi ibu dan janin.
Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai seputar masalah kehamilan, silahkan kunjungi situs berikut ni ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.

source : http://stackoverflow.com, http://bbc.co.uk

0 Response to "Kapan Sebaiknya Ibu Hamil Harus Bersalin Di Rumah Sakit ?"

Posting Komentar

Contact

Nama

Email *

Pesan *