This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalize ads and to analyze traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn More

Pengertian Tauhid - Dalil

termotok.blogspot.com - Pengertian Tauhid Tauhid dlm bahasa artinya menjadikan sesuatu esa. Yang dimaksud disini adlh mempercayai bahwa Allah itu esa. Sedangkan secara istilah ilmu Tauhid ialah ilmu yg membahas segala kepercayaan-kepercayaan yg diambil dari dalil dalil keyakinan dan hukum-hukum di dlm Islam termasuk hukum mempercayakan Allah itu esa. Seandainya ada orang tak mempercayai keesaan Allah / mengingkari perkara-perkara yg menjadi dasar ilmu tauhid, maka orang itu dikatagorikan bukan muslim dan digelari kafir. Begitu pula halnya, seandainya seorang muslim menukar kepercayaannya dari mempercayai keesaan Allah, maka kedudukannya jg sama adlh kafir. Perkara dasar yg wajib dipercayai dlm ilmu tauhid ialah perkara yg dalilnya / buktinya cukup terang dan kuat yg terdapat di dlm Al Quran / Hadis yg shahih. Perkara ni tak boleh dita’wil / ditukar maknanya yg asli dgn makna yg lain.
Adapun perkara yg dibicarakan dlm ilmu tauhid adlh dzat Allah dilihat dari segi apa yg wajib (harus) bagi Allah dan Rasul Nya, apa yg mustahil dan apa yg jaiz (boleh / tak boleh) Jelasnya, ilmu Tauhid terbagi dlm tiga bagian:
1. Wajib
2. Mustahil
3. Jaiz (Mungkin) .
1- WAJIB Wajib dlm ilmu Tauhid berarti menentukan suatu hukum dgn mempergunakan akal bahwa sesuatu itu wajib (mutlak) / tak boleh tak harus demikian hukumnya. Hukum wajib dlm ilmu tauhid ni ditentukan oleh akal tanpa lebih dahulu memerlukan penyelidikan / menggunakan dalil. Contoh yg ringan, uang seribu 1000 rupiah adlh lebih banyak dari 500 rupiah. Artinya akal / logika kita dpt mengetahui / menghukum bahwa 1000 rupiah itu lebih banyak dari 500 rupiah. Tidak boleh tidak, harus demikian hukumnya. Contoh lainnya, seorang ayah usianya harus lebih tua dari usia anaknya. Artinya secara akal bahwa si ayah wajib / harus lebih tua dari si anak Ada lagi hukum wajib yg dpt ditentukan bukan dgn akal tapi harus memerlukan penyelidikan yg rapi dan cukup cermat. Contohnya, Bumi itu bulat. Sebelum akal dpt menentukan bahwa bumi itu bulat, maka wajib / harus diadakan dahulu penyelidikan dan mencari bukti bahwa bumi itu betul betul bulat. Jadi akal tak bisa menerima begitu saja tanpa penyelidikan lebih dahulu. .2- MUSTAHIL Mustahil dlm ilmu tauhid adlh kebalikan dari wajib. Mustahil dlm ilmu tauhid berarti akal mustahil bisa menentukan dan mustahil bisa menghukum bahwa sesuatu itu harus demikian. Hukum mustahil dlm ilmu tauhid ni bisa ditentukan oleh akal tanpa lebih dahulu memerlukan penyelidikan / menggunakan dalil. Contohnya , uang 500 rupiah mustahil lebih banyak dari 1000 rupiah. Artinya akal / logika kita dpt mengetahui / menghukum bahwa 500 rupiah itu mustahil akan lebih banyak dari1000 rupiah. Contoh lainnya, usia seorang anak mustahil lebih tua dari ayahnya. Artinya secara akal bahwa seorang anak mustahil lebih tua dari ayahnya.
Sebagaimana hukum wajib dlm Ilmu Tauhid, hukum mustahil jg ada yg ditentukan dgn memerlukan penyelidikan yg rapi dan cukup cermat. Contohnya: Mustahil bumi ni berbentuk tiga segi. Jadi sebelum akal dpt menghukum bahwa mustahil bumi ni berbentuk segi tiga, perkara tersebut harus diselidik dgn cermat yg bersenderkan kepada dalil kuat. .3- JAIZ (MUNGKIN): Apa arti Jaiz (mungkin) dlm ilmu Tauhid? Jaiz (mungkin) dlm ilmu tauhid ialah akal kita dpt menentukan / menghukum bahwa sesuatu benda / sesuatu dzat itu boleh demikian keadaannya / boleh jg tak demikian. Atau dlm arti lainya mungkin demikian / mungkin tidak. Contohnya: penyakit seseorang itu mungkin bisa sembuh / mungkin saja tak bisa sembuh. Seseorang adlh dzat dan sembuh / tidaknya adlh hukum jaiz (mungkin). Hukum jaiz (Mungkin) disini, tak memerlukan hujjah / dalil. Contoh lainya: bila langit mendung, mungkin akan turun hujan lebat, mungkin turun hujan rintik rintik, / mungkin tak turun hujan sama sekali. Langit mendung dan hujan adlh dzat, sementara lebat, rintik rintik / tak turun hujan adlh Hukum jaiz (Mungkin). Seperti hukum wajib dan mustahil, hukum jaiz (mungkin) jg kadang kandang memerlukan bukti / dalil. Contohnya manusia mungkin bisa hidup ratusan tahun tanpa makan dan minum seperti terjadi pd kisah Ashabul Kahfi yg tertera dlm surat al-Kahfi. Kejadian manusia bisa hidup ratusan tahun tanpa makan dan minum mungkin terjadi tapi kita memerlukan dalil yg kuat diambil dari al-Qur’an. .SIFAT SIFAT ALLAH Wajib bagi tiap muslim mukallaf yaitu yg memiliki akal yg sehat dan sudah masuk dewasa mempercayai bahwa terdapat beberapa sifat kesempurnaan yg tak terhingga bagi Allah. Sifat sifat Allah itu banyak sekali dan tak terhitung. Seandainya air laut dijadikan tinta untk untuk menulis sifat sifat Allah tentu kita tak akan mampu mencatatnya. Maka dari itu Abu Manshur Al-Maturidi membatasi 20 sifat yg wajib (artinya harus ada) pd Allah. Jika tak memiliki sifat itu, berarti dia bukan Allah. Jadi, minimal kita harus memahami dan meyakini 20 sifat tersebut agar tak tersesat. Setelah itu kita bisa mempelajari sifat Allah lainnya yg banyak. Sebagaimana wajib dipercayai akan sifat Allah yg dua puluh maka perlu jg diketahui jg sifat yg mustahil bagi Allah. Sifat yg mustahil bagi Allah merupakan lawan dari sifat wajib. 20 Sifat-sifat Allah yg wajib diketahui oleh seorang muslim mukallaf (akil baligh) yg terkandung di dlm al-Quran termasuk jg sifat-sifat Mustahil yg wajib diketahui. Untuk mempermudah mempelajarinya terlampir dibawah ni ringkasan sifat sifat Allah yg wajib dan mustahil. Sifat-sifat itu adalah:1- WUJUD Wujud (ada) adlh sifat Nafsiyyah artinya sesungguhnya Allah itu ada dan keberadaan Nya itu pasti tak diragukan lagi. Sifat ni jg menegaskan di mana Allah menjadi tak ada tanpa adanya sifat tersebut. Wujud artinya ada dan sifat mustahilnya ‘Adam artinya tak ada. Untuk membuktikan bahwa Allah itu ada bukan hal yg mudah, kecuali bagi orang-orang yg memiliki keimanan yg luhur. Memang kita tak dpt melihat wujud Allah secara langsung, tetapi dgn menggunakan akal, kita dpt menyaksikan ciptaan-Nya. Dari mana alam semesta ni berasal? Pastilah ada yg menciptakannya. Tidak mungkin alam semesta ni jadi dgn sendirinya tanpa ada yg menciptakan. Contoh, pernah seorang Badui (Arab dari pegunungan) ditanya, Dari mana kau mengetahui bahwa Allah itu ada?. Kebetulan di muka orang Badui tadi ada kotoran unta. Ia menjawab Apakah kau lihat kotoran unta ini? Setiap ada kotoran unta pasti ada untanya. Tidak mungkin kotoran unta itu berada dgn sendirinya Sedangkan untk kita yg hidup di abad serba canggih dan modern cara membuktikannya pula berbeda. Tentu kita melihat pesawat terbang, kereta api, mobil, komputer dan lain-lainnya, sesuatu yg tak masuk akal jika semua itu terjadi dgn sendirinya. Ya sudah pasti ada pembuatnya. Bahkan sampai benda-benda yg sederhana saja seperti jarum ada yg membuatnya, tak mungkin jarum itu jadi dgn sendirinya. Walaupun kita tak bisa melihat Allah, bukan berarti Allah itu tak ada. Allah ada. Mesikpun kita tak bisa melihat-Nya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya. Pernyataan bahwa Allah itu tak ada hanya karena panca indera manusia yg sangat terbatas, karena Dia tak bisa diraba dan tak bisa dilihat, makanya kita tak bisa mengetahui keberadaan Allah kecuali dgn bukti bukti ciptaan Nyaإِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَمَاوَاتِ وَٱلأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِي ٱلْلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلأَمْرُ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَالَمِينَSesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yg telah menciptakan langit dan bumi dlm enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yg mengikutinya dgn cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.(Al-A’râf: 54). .2- QIDAM - القدم : هو صفة سلبية لأنها سلبت و نفت أولية الوجود ، و معناه في حقه سبحانه و تعالى انه قديم لا أول لوجوده قال الله تعالى : { هُوَ ٱلأَوَّلُ وَٱلآخِرُ وَٱلظَّاهِرُ وَٱلْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ } والدليل العقلي على ذلك انه لو لم يكن قديما لكان حادثا و لو كان حادثا لافتقر الى محدث و يفتقر محدثه الى محدث ايضا و لوكان كذلك للزم الدور أو التسلسل و كل واحد منهما مستحيل فالله سبحانه و تعالى قديم لا أول لوجوده و يستحيل عليه الحدوث Allah itu berada tanpa adanya permulaan. Sebagai Dzat yg menciptakan seluruh alam, Allah pasti lebih dahulu sebelum ciptaan-Nya. Kebalikannya adlh huduts (Baru) yaitu mustahil Allah itu baru dan memiliki permulaan. Allah itu dahulu tanpa awal, tak berasal dari tak ada kemudian menjadi ada.هُوَ ٱلأَوَّلُ وَٱلآخِرُ وَٱلظَّاهِرُ وَٱلْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Allah berfirman: Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (Al Hadiid:3) Allah adlh Pencipta segala sesuatu. Allah yg menciptakan langit, bumi, serta seluruh isinya termasuk tumbuhan, binatang, dan jg manusia. Allah adlh awal. Dia sudah berada sebelum langit, bumi, tumbuhan, binatang, dan manusia lainnya ada. Tidak mungkin Allah itu baru ada / lahir setelah makhluk lainnya ada. Hikmah & Atsar:Seorang Atheist (kafir) datang kepada Imam Abu Hanifah lalu bertanya: Tahun berapa Allah itu berada?
Abu Hanifah menjawab: Allah berada sebelum adanya tahun, tak berawal dlm wujud-Nya.
Orang kafir itu bertanya lagi: Berikan kepada kami contoh 
Beliau menjawab: Angka berapa sebelum empat?
Ia berkata: Tiga
Abu Hanifah bertanya lagi: Angka berapa sebelum tiga?
Ia menjawab: Dua
Abu Hanifah bertanya lagi: Angka berapa sebelum dua?
Ia memjawab: Satu
Abu Hanifah betanya lagi: Angka berapa sebelum satu?
Ia berkata: Tidak ada sesuatu sebelum angka satu
Lalu Abu Hanifah berkata: Kalau tak ada sesuatu sebelum satu. Maka Allah itu esa tak ada yg mengawali dlm wujudnya.Lalu orang kafir itu bertanya lagi pertanyaan kedua: Kemana Allah itu berpaling?
Abu Hanifah menjawab: Kalau anda menyalahkan pelita di tempat yg gelap, kemana cahaya pelita itu berpaling?
Ia menjawab: Ke tiap penjuru
Abu Hanifah berkata: Kalau cahaya pelita berpaling ke tiap penjur, bagaimana halnya dgn cahaya Allah, pencipta langit dan bumi.Lalu orang kafir itu bertanya lagi dgn pertanyaan ketiga: Terangkan kepada kami tentang dzat Allah. Apakah Ia jamad seperti batu, / cair seperti air, / Ia berupa gas?
Abu Hanifah menjawab: Apakah anda pernah duduk di muka orang yg sedang sakarat?
Ia menjawab: Pernah
Abu Hanifah bertanya: Apakah ia bisa bercakap setelah mati?
Ia menjawab: Tidak bisa
Lalu beliau bertanya lagi: Apakah ia bisa berbicara sebelum mati? 
Ia menjawab: Bisa
Lalu abu Hanifah bertanya lagi: Apa yg bisa merobahnya sehingga ia mati?
Ia menjawab: Keluarnya ruh dari jasadnya 
Abu Hanifah mejelaskan: Oh kalau begitu keluarnya ruh dari jasadnya membuatnya ia tak bisa berbicara?
Ia menjawab: Betul
Abu Hanifah bertanya: Sekarang, terangkan kepada saya bagaimana sifatya ruh, apakah ia jamad seperti batu, / cair seperti air, / ia seperti gas?
Ia menjawab: Kami tak tahu sama sekali
Abu Hanifah menjawab: Jika ruh sebagai makhluk kamu tak bisa mensifatkanya, bagaimana kamu ingin aku mensifatkan kepada kamu zdatnya Allah. .
3- BAQA’ - البقاء : صفة سلبية لأنها سلبت و نفت الفناء و معناه عدم الآخرية للوجود و معناه في حقه تعالى أنه موجود وجودا مستمرا لا آخر له ، قال الله تعالى { كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلاَّ وَجْهَهُ } و الديل العقلي على ذلك انه لو لم يكن باقيا لجاز عليه العدم و لو جاز عليه العدم لكان حادثا و كونه حادثا محال لأنه قديم و ما ثبت قدمه استحال عدمه فيستحيل عليه ضده و هو الفناء Baqa’ (kekal) adlh sifat Salbiyah artinya sifat yg mencabut / menolak adanya kebinasaan wujud Allah. Dalam arti lain bahwa keberadaan Allah itu kekal, berlanjut tak binasa / rusak. Allah adlh Dzat yg Maha Mengatur alam semesta. Dia selalu ada selama-lamanya dan tak akan binasa untk mengatur ciptaan-Nya itu. Hanya kepada-Nya seluruh kehidupan ni akan kembali. Firman Allah:كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلاَّ وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَTiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (al-Qashash: 88). Adapun sifat mustahilnya Fana, artinya rusak. Semua makhluk yg ada di alam semesta ini, baik itu manusia, binatang, tumbuhan, matahari, bulan, bintang, dll, suatu saat akan mengalami kerusakan dan kehancuran. Manusia, betapa pun gagahnya, suatu saat pasti mati. Setiap orang pasti akan mati dan hancur dimakan tanah. Hukum kehancuran berlaku hanya bagi manusia, benda dan meteri. Sedangkan Allah bukan manusia, benda / materi. Dia adlh Dzat yg tak terkena hukum kehancuran / kerusakan. Dia kekal abadi untk selama lamanya, tak bisa wafat / dibunuh. Jika ada Allah yg bisa wafat / dibunuh, maka itu bukan Allah tapi manusia biasa.Sungguh, betapa hina dan lemahnya manusia ni di hadapan Allah. Makanya tak pantas jika ia berbangga diri / sombong dgn kehebatannya, karena segala kehebatan itu pd akhirnya akan berlalu, yg tersisa hanyalah amal kebaikan. . Sumber: disadur dari http://hasanassaggaf.wordpress.com/2010/05/31/1-ilmu-tauhid/?preview=true&preview_id=20&preview_nonce=77453e74e4
http://hasanassaggaf.wordpress.com/2010/05/31/7-sifat-sifat-wajib-dan-mustahil-bagi-allah/?preview=true&preview_id=44&preview_nonce=2a922205ef

other source : http://bbc.co.uk, http://gurungaji-asatidz.blogspot.com, http://imgur.com

0 Response to "Pengertian Tauhid - Dalil"

Posting Komentar

Contact

Nama

Email *

Pesan *