termotok.blogspot.com - Allah pun berfirman dlm Al-Qur'an.
الجنة أعدت للمتقين "Surga disediakan untk orang-orang yg bertakwa Walaupun orang itu wajahnya jelek, hidupnya miskin, pakaiannya murah, rumahnya gubuk lagi butut, tapi kalau bertakwa dia akan masuk syurga, karena syurga rindu, ingin dimasuki oleh empat golongan ini. Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam Bersabda;
قال صلى الله عليه وسلم الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَا لِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِالْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ.رواه أبوداود والترمذي عن ابن عباس
Rasulullah SAW bersabda : Surgaitu merindukan kepada empat golongan : Orang yg membaca Al-Qur'an, Orang yangmenjaga lisan, Pemberi makan orang yg kelaparan, dan Orang-orang yg berpuasa pd Bulan Ramadhan. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)
Rindu nya surga kepada empat golongan tak kalah hebat dgn seorang pemuda yg sedang kasmaran, rindu ingin bertemu dgn orang yg dirindukan nya. Dimana saja, kapan saja yg diingat adlh sang pujaan hati, siang jadi kenangan, malam jadi bayangan, tidur pun jadi impian, begitu jg surga, surga selalu merindukan empat golongan, padahal kalau kita tanya tiap orang pasti ingin masuk surga, walaupun dia seorang pendosa / ahli maksiat sekalipun, siapapun kita, pd strata sosial manapun, apapun prosfesi nya, dibumi manapun berpijak pasti ingin menjadi orang yg dirindukan oleh surga nya Allah SWT. Tempat yg di idam-idam kan oleh seluruh makhluk Allah, tempat yg tak terdengar di dalamnya perkataan yg tak berguna, sia-sia dan dusta, di dlm nya ada mata air yg mengalir, takhta-takhta yg ditinggikan, gelas-gelas berisi minuman yg terletak dekat, bantal-bantal sandaran yg tersusun, permadani-permadani yg terhampar, kebun-kebun dan buah anggur, gadis-gadis remaja yg sebaya. Tidak ada kesusahan karena itu hanya tempatnya kesenangan atas balasan yg kita lakukan di alam dunia, semuanya tiap keinginan kita tercipta. Sudah bisa kita bayangkan tentang surga?, dan hasilnya itu belum lah apa-apa, alias belum mampu menggambarkan surga yg sesungguhnya, karena apa yg kita bayangkan hanyalah pikiran manusia saja, surga itu tak pernah bisa di bayangkan, karena sesuatu hal yg bisa di bayangkan bukanlah surga. Yang kita pikirkan itu adlh gambaran mini dari pd sebuah kesenangan, karena pikiran dan logika kita hanya mampu menampung suatu hal yg bisa di gambarkan, dan surga itu jauh dari pd itu semua. Itulah hakikat tempat yg paling indah bagi kehidupan.
SIAPA yg tak suka dijanjikan surga? Semua orang Muslim yg normal pasti merindukan agar dijadikan dlm akhir yg baik dan dimudahkan bisa masuk surga.
Masalahnya, memasuki surga Allah Subhanahu Wata’ala bukanlah sesuatu yg gratis dan mudah diperoleh.
Surga adlh puncak kenikmatan dan harapan tiap muslim dlm kehidupan akhirat nanti. Begitu indahnya surga, karenanya jiwa dan pikiran manusia sulit untk menggambarkannya. Surga sering dideskripsikan sebagai sesuatu yg tak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, terpikirkan oleh otak dan terbersit oleh indra perasaan manusia.
Tapi tentu saja, mengingat surga berada itu berada di luar nalar manusia, ciri-ciri tersebut lebih merupakan sekedar perbandingan dan dorongan. Tujuannnya agar tiap muslim berlomba-lomba untk meraihnya.
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا
Katakanlah: Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yg lebih baik dari yg demikian itu?. Untuk orang-orang yg bertakwa (kepada Allah), pd sisi Tuhan mereka ada surga yg mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. [QS: Ali Imron: 14]
Dalam ayat lain dikatakan;
وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi, (QS Ali Imran : 133).
Banyak jalan untk menggapai surga. Beberapa diantaranya seperti tercantum dlm sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam berikut;
قال صلى الله عليه وسلم الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَا لِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِالْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ.رواه أبوداود والترمذي عن ابن عباس
Rasulullah SAW bersabda : Surgaitu merindukan kepada empat golongan : Orang yg membaca Al-Qur'an, Orang yangmenjaga lisan, Pemberi makan orang yg kelaparan, dan Orang-orang yg berpuasa pd Bulan Ramadhan. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)
1- (orang yg membaca Al-quran). Membaca al-quran adlh bernilai ibadah disisi Allah ta'ala, Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw pernah mengatakan: Membaca al-quran dlm keadaan shalat maka baginya adlh tiap huruf yg ia baca 50 kebaikan, barang siapa yg membaca al-quran diluar shalat dlm keadaan berwudhuk maka baginya tiap hurfnya 25 kebaikan, dan barangsiapa yg membaca al-quran dgn tak berwudhu maka baginya tiap hurufnya pahala 10 kebaikan.
Dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
(( مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ : رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ : لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ ، وَمَثلُ المُنَافِقِ الَّذِي يقرأ القرآنَ كَمَثلِ الرَّيحانَةِ : ريحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ )) متفقٌ عَلَيْهِ .
Perumpaan seorang mu`min yg rajin membaca Al-Qur`an adlh seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mu`min yg tak membaca Al-Qur`an adlh seperti buah tamr (kurma) : tak ada aromanya tapi rasanya manis.
Perumpamaan seorang munafiq tapi ia rajin membaca Al-Qur`an adlh seperti buah Raihanah : aromanya wangi tapi rasanya pahit. Sedangkan perumpaan seorang munafiq yg tak rajin membaca Al-Qur`an adlh seperti buah Hanzhalah : tak memiliki aroma dan rasanya pun pahit. [Al-Bukhari 5427, Muslim 797]
Seorang mu`min yg rajin membaca Al-Qur`an adlh seperti buah Al-Atrujah, yaitu buah yg aromanya wangi dan rasanya enak. Karena seorang mu`min itu jiwanya bagus, qalbunya jg baik, dan ia bisa memberikan kebaikan kepada orang lain. Duduk bersamanya terdapat kebaikan. Maka seorang mu`min yg rajin membaca Al-Qur`an adlh baik seluruhnya, baik pd dzatnya dan baik untk orang lain. Dia seperti buah Al-Atrujah, aromanya wangi dan harum, rasanya pun enak dan lezat.
Adapun seorang mu’min yg tak membaca Al-Qur`an adlh seperti buah kurma. Rasanya enak tapi tak memiliki aroma yg wangi dan harum. Jadi seorang mu’min yg rajin membaca Al-Qur`an jauh lebih utama dibanding yg tak membaca Al-Qur`an. Tidak membaca Al-Qur`an artinya tak mengerti bagaimana membaca Al-Qur`an, dan tak pula berupaya untk mempelajarinya.
Perumpamaan seorang munafiq, tapi ia rajin membaca Al-Qur`an adlh seperti buah Raihanah : aromanya wangi tapi rasanya pahit. Karena orang munafiq itu pd dzatnya jelek, tak ada kebaikan padanya. Munafiq adlh : orang yg menampakkan dirinya sebagai muslim tapi hatinya kafir -wal’iyya dzubillah-. Kaum munafiq inilah yg Allah nyatakan dlm firman-Nya :
Orang yg membaca kitab allah adlh orang-orang yg mengharapkan perniagaan yg takan merugi, sebagaimana dijelaskan dlm firman Allah :
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ. لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
Sesungguhnya orang-orang yg selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yg Kami anugerahkan kepada mereka dgn diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yg tak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS Al Fathir: 29-30)
Orang yg membaca al-quran adlh orang yg dirindukan sorga, alangkah mulianya orang mau membaca al-quran apalagi memahami dan mengamalkan isinya sehingga dia dirindukan oleh syurga, akan tetapi suatu ancaman bagi orang yg tak mau membaca al-quran dan berpaling dari ajarannya sebagaimana firman Allah dlm surat Thaha ayat 124-125.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى, قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yg sempit, dan kami akan menghimpunkannya pd hari kiamat dlm keadaan buta". Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, Mengapa Engkau menghimpunkan Aku dlm keadaan buta, padahal Aku dahulunya adlh seorang yg melihat?"(QS. Toha 124-125)
Dalam ayat ni ancaman bagi orang yg berpaling dari ajaran Al-quran adlh akan diberikan kehidupan yg sempit dan dikumpulkan nantik diakhirat dlm keadaan buta, tak melihat sama sekali, sehingga memprotes ia kepada Allah, wahai tuhan kenapa engkau kumpulkan kami dlm keadaan buta padahal kami dahulunya melihat, jawab Allah, demikian itu karna telah datang kepadamu ayat-ayat kami akan tetapi kamu melupakannya maka pd hari inipun kamu dilupakan, begitulah balasan Allah terhadap orang-orang yg berpaling dari ayat-ayat tuhannya akan mendapatkan azab akhirat yg lebih berat dan lebih kekal nantinya.
Tilawah Al Qur’an ada dua jenis: tilawah hukmiyah dan tilawah lafdziyah. Tilawah hukmiyah yaitu dgn membenarkan kabar yg ada di dalamnya dan menjalankan hukum-hukumnya (mengerjakan peritah dan menjauhi larangan di dalamnya). Adapun tilawah lafdziyah yaitu dgn membacanya. Ada begitu banyak dalil yg menyebutkan keutamaan membaca al Qur’an.
Disebutkan dlm shahih Bukhari dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alahi wasallam bersabda,
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Sebaik-baik kalian adlh orang yg mempelajari al Qur’an dan mengajarkannya.
عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ ».
Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Seorang yg lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yg mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yg membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala (HR. Muslim). Bacaan Al Quran akan bertambah agung dan mulia jika terjadi di dlm shalat. عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yg hamil, gemuk serta besar? Kami (para shahabat) menjawab: Iya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dlm shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yg hamil, gemuk dan besar. (HR. Muslim).
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam jg bersabda,
« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »
Bacalah al Qur’an sesungguhnya dia akan datang di hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi yg membacanya [HR Muslim].
Dalam hadits lainnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun jg bersabda,
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah maka baginya sebuah kebaikan. Dan sebuah kebaikan dilipatgandakan sepuluh kalinya. Saya tak mengatakan aliflammim sebagai satu huruf tetapi alif adlh satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf. [HR Tirmidzi]
Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah.
عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ»
Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Siapa yg membaca 100 ayat pd suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam. (HR. Ahmad)
2- (memelihara lisan) , Lidah adlh salah satu anggota tubuh yg sangat besar manfa'atnya dlm kehidupan ini, tanpanya kehidupan akan kaku. Baik / buruknya kata-kata yg keluar lidah sangat tergantung kepada tinggi rendahnya keimanan yg dimiliki, Lidah memang dikenal tak bertulang akan tetapi bahayanya bagi orang lain kadang kala lebih keras dari tulang, oleh karnanya berfikirlah sebelum berbicara dan jangan bicarakan segala apa yg terfikir.Lidah kita ibarat pedang, karena ia tajam dan bisa melukai bahkan membunuh karakter orang lain.Hati-hati dlm berbicara jangan sampai lidah melukai hati saudara kita.Mulutmu adlh harimaumu yangsewaktu-waktu bisa membahayakan dan mencengkram dirimu, kalau tak hati-hati dlm menjaganya.
Allah berfirman:
لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ
Tidak ada kebaikan pd kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yg menyuruh (manusia) memberi sedekah, / berbuat ma’ruf, / mengadakan perdamaian di antara manusia. (an-Nisaa’: 114)
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Barang siapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berkata yg baik / diam. [HR. Al-Bukhari dlm al-Adab hadits (6018) dan Muslim hadits (47).]
ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ, وَهَلْ يُكِبُّ النَّاسَ عَلَى وُجُوْهِهِمْ فِي النَّارِ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
Celakalah engkau wahai Mu’adz! Tidak ada yg melemparkan manusai ke neraka kecuali hasil yg dipetik dari lidah mereka. [HR. Ibnu Majah dlm al-Fitan hadits (3973) dgn lafazzh beliau, dan diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dlm al-Iman hadits (2616)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Hai orang-orang yg beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yg benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yg besar [Al-Ahzab : 70-71]
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Hai orang-orang yg beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adlh dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yg lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yg sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang [Al-Hujurat : 12]
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yg dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pd urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yg lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yg diucapkannya melainkan di dekatnya malaikat pengawas yg selalu hadirs [Qaf : 16-18]
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yg tak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban [Al-Israa : 36]
Saudaraku seiman
Perkataan yg keluar dari mulut tak obahnya bak lembu besar yg keluar dari lubang kecil yg ia tak mungkin lagi kembali masuk kedalamnya. Nah orang yg memelihara lidah adlh orang yg dirindukan syurga dan suatu bukti yg terdapat pd dirinya bahwa dia adlh orang yg beriman kepada hari akhirat. Sebagaimana Hadist Rasulullah Saw.
عَنْ أَبِي هُرَيْـرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، اَنَّ رَسُـوْلَ اللهِ صَليَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ ، وَمَنْ كَــانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ ، وَمنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ ). رواه البخاري
"Dari Abi Hurairah Ra Sesunguhnya Rasulullah Saw. Bersada Barangsiapa yg beriman kepada Allah dan hari yg akhir maka hendaklah ia berkata baik / lebih baik diam, barangsiapa yg beriman dengan, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya, dan barangsiapa yg beriman kepada Allah dan hari yg akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya".(HR. Bukhari)
Penjagaan lisan menjadi satu diantara hal penting dlm hidup kita, yg dengannya kita akan selamat dan darinya pula kita bisa beruntung dan mendapatkan pahala. Lisan yg baik adlh ketika ia berkata-kata yakni dgn kata yg penuh dgn ‘ibrah, santun dan penuh dgn ajakan kebaikan serta jauh dari ghibah, fitnah, menggunjing dan berbohong. Maka benar kata-kata bijak dari ‘ulama bahwa :
ألسّلامة الإنسان في حفظ اللّسان
Keselamatan mansusia terletak pd penjagaan lisannya.
Rasulullah bersabda jg bersabda:
المسلم من سلم المسلم من لسانه ويده
Rasulullah bersabda: yg dinamakan seorang Muslim adlh jika ia mau menyelamatkan saudara muslimnya dari ucapan buruk dan tangan-tangan angkara.
Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dlm kitab Shahihnya no. 6477 dan Muslim dlm kitab Shahihnya no. 2988 dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda.
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيْهَا يَهْوِى بِهَا فِي النَّارِأَبْعَدَمَا بَيْنَ الْمَسْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
Sesungguhnya seorang hamba yg mengucapkan suatu perkataan yg tak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dlm neraka yg dalamnya lebih jauh dari jarak timur dgn barat
((إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ لا يُلْقِي لَهَا بَالا يَرْفَعُ اللهُ بِهَا دَرَجَاتٍ. وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ لا يُلْقِي لَهَا بَالا يَهْوِي بِهَا فِيْ جَهَنَّمَ))
"Sesungguhnya seorang hamba, benar-benar mengucapkan suatu perkataan yg diridhai oleh Allah, yg dia tak menganggapnya penting, (maka) Allah mengangkatnya dgn perkataan tersebut beberapa derajat dan sesungguhnya seorang hamba, benar-benar mengucapkan suatu perkataan yg dibenci Allah, yg dia tak memikirkannya terlebih dahulu, yg dgn perkataan tersebut dia terjerumus ke dlm jahannam." (HR. Al-Bukhariy no.6478)
ٱلَّذِينَ هُمۡ فِى صَلَاتِہِمۡ خَـٰشِعُونَ (٢) وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ
[yaitu] orang-orang yg khusyu’ dlm shalatnya, dan orang-orang yg menjauhkan diri dari [perbuatan dan perkataan] yg tiada berguna. (QS. al-Mu’minun [23]: 2-3)
Bahaya lisan tak bisa dipandang sebelah mata, karena petaka dan ancamannya sangat keras, di antaranya: Menjerumuskan pelakunya ke dlm neraka Kebanyakan dosa manusia berawal dari lisan Ancaman yg keras Wahai sekalian orang-orang yg selamat lisannya sedangkan iman belum mengakar dlm hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah kalian mencelanya, jangan mengorek-orek aurat mereka. Karena barangsiapa yg mengorek-orek aurat saudaranya (yang -ed) muslim, maka Allah akan membuka auratnya, dan barangsiapa yg Allah buka auratnya, Allah akan tampakkan aibnya walaupun di celah rumahnya. Orang yg paling dibenci Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam Tercegahnya kebaikan
3- (Memberi makan orang yg sedang kelaparan) Kesusahanlah bagi orang yg suka menyusahkan orang lain, kelapangan bagi orang yg suka melapangkan orang lain, seperti memberi makan orang yg sedang kelaparan, / menjamu orang yg sedang puasa, pahalanya akan diperoleh oleh orang yg menjamu sama dgn pahala puasa orang yg dijamu, subhanallah. Amalan seperti ni termasuk salah satu amalan orang yg dirindukan sorga. Artinya bahwa barang siapa yg mau menyisakan sebagian hartanya guna membeli sedikit makanan untk saudaranya / orang-orang yg sedang kelaparan, maka surga akan merindukan orang yg seperti ini. Pada hal lain di ungkapkan bahwa seorang pemberi makanan kepada mereka yg sedang kelaparan seperti ni dipuji oleh Allah dan rasulNya sebagai perbuatan baik yg berbalas pahala. Sungguh Allah dan RasulNya sangat menyukai perbuatan yg demikian. Kedermawanan seperti itu walau seolah sepele tapi berat timbangan kebaikannya kelak di akhirat. Dalam hal ni Rasulullah Saw bersabda:
قال رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم: السّخيّ قريب من اللّه وقريب من النّاس وقريب بالجنّة وبعيد من النّار، والبخيل بعيد من اللّه وبعيد من النّاس وبعيد باالجنّة وقريب من النّار
Rasulullah Saw bersabda: Seorang yg dermawan akan dekat dgn Allah, dekat dihati manusia, didekatkan dgn surge dan jauh dari api neraka. Sebaliknya, orang yg bakhil akan jauh dari Allah, jauh dari manusia dan jauh dari surga serta dekat dgn siksa api neraka.
Memberi Makan merupakan sebuah adab yg sudah banyak ditinggalkan oleh kaum muslimin di hari ini. Padahal di zaman ni banyak diantara kaum muslimin yg membutuhkan makan.
Memberi makan -selain memiliki pahala besar-, ia jg merupakan sebab kedekatan dan eratnya hubungan seorang muslimin dgn tetangga dan saudara serta kerabat-kerabatnya.
Memberi makan kepada manusia (apalagi kepada fakir-miskin) merupakan tanda pedulinya seseorang kepada sesama manusia dan tingginya solidaritas. Tak heran jika Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- menggelarinya sebagai manusia terbaik.
Dari Umar bin Al-Khoththob -radhiyallahu anhu- bahwa ia berkata kepada Shuhaib,
إِنَّكَ لَرَجُلٌ لَوْلاَ خِصَالٌ ثَلاَثَةٌ ، قَالَ : وَمَا هُنَّ ؟ قَالَ : اكْتَنَيْتَ وَلَيْسَ لَكَ وَلَدٌ ، وَانْتَمَيْتَ إِلَى الْعَرَبِ وَأَنْتَ رَجُلٌ مِنَ الرُّومِ ، وَفِيكَ سَرَفٌ فِي الطَّعَامِ . قَالَ : يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ ، أَمَّا قَوْلُكَ : اكْتَنَيْتَ وَلَيْسَ لَكَ وَلَدٌ فَإِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَنَّانِي أَبَا يَحْيَى ، وَأَمَّا قَوْلُكُ : انْتَمَيْتَ إِلَى الْعَرَبِ وَأَنْتَ رَجُلٌ مِنَ الرُّومِ فَإِنِّي رَجُلٌ مِنَ النَّمِرِ بْنِ قَاسِطٍ اسْتُبِيتُ مِنَ الْمَوْصِلِ بَعْدَ أَنْ كُنْتُ غُلاَمًا قَدْ عَرَفْتُ أَهْلِي وَنَسَبِي ، وَأَمَّا قَوْلُكَ : فِيكَ سَرَفٌ فِي الطَّعَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِنَّ خَيْرَكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ.
Sesungguhnya engkau adlh seorang yg lelaki (yang hebat), andaikan bukan karena tiga perkara. Shuhaib bertanya, Apa tiga hal itu? Umar berkata, Engkau berkun-yah (menggunakan nama sapaan), sedang kau tak memiliki anak. Kau menisbahkan diri kepada bangsa arab, sedang engkau termasuk orang Romawi dan pd dirimu terdapat sikap berlebihan dlm memberi makan.
Shuhaib berkata, Wahai Amirul mukminin; adapun ucapanmu, Engkau berkun-yah (menggunakan nama sapaan), sedang kau tak memiliki anak, maka sesungguhnya Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- telah memberikan kun-yah bagiku dgn Abu Yahya (Bapaknya Yahya). Adapun ucapanmu, Kau menisbahkan diri kepada bangsa arab, sedang engkau termasuk orang Romawi, maka sesungguhnya aku berasal dari suku An-Namir bin Qosith. Aku pernah di tawan dari negeri Maushil setelah aku menjadi remaja yg telah mengenal keluarga dan nasabku. Adapun ucapanmu, ...pada dirimu terdapat sikap berlebihan dlm memberi makan, maka sungguh aku pernah mendengarkan Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
إِنَّ خَيْرَكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ.
Sesungguhnya orang terbaik diantara kalian adlh orang yg memberi makan. [HR. Ibnu Sa’ad dlm Ath-Thobaqot (3/227) Al-Hakim dlm Al-Mustadrok (no. 7739) Ath-Thobroniy dlm Al-Kabir (7310), dan lainnya.]
Allah menerangkan tentang keutamaan memberi makan orang miskin dan kurang mampu yg membutuhkan, dan balasan yg akan didapatkan dlm firman-Nya:
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا
"Dan mereka memberikan makanan yg disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yg ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untk mengharapkan keridaan Allah, kami tak menghendaki balasan dari kamu dan tak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pd suatu hari yg (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera." (QS. Al-Issan: 8-12)
Rosululloh Bersabda;
من أنفق زوجين في سبيل الله، نودي في الجنة يا عبد الله، هذا خير: فمن كان من أهل الصلاة دُعي من باب الصلاة، ومن كان من أهل الجهاد دُعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصدقة دُعي من باب الصدقة
Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: Wahai hamba Allah, kemarilah untk menuju kenikmatan. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yg suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yg berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yg gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)
4- (orang yg puasa di bulan ramadhan) Bulan puasa adlh bulan yg penuh Rahmat, bulan puasa adlh bulan yg penuh Maghfirah, bulan puasa adlh bulan pembakaran dosa, beribadat didalamnya sangat besar pahalanya maka untk itu kesempatan besar bagi kita untk melakukan amal Ibadat sebanyak mungkin.
Artinya bahwa tiap hamba Allah Swt yg mau berpuasa Ramadhan, ia akan mendapatkan berbagai macam keistimewaan, tak terkecuali pahala yg berlipat dari satu kebaikan yg ia kerjakan di bulan ini. Hal tersebut mengingat bahwa bulan Ramadhan adlh sebuah bulan yg memiliki ribuan keistimewaan dibanding bulan-bulan lain. Diantaranya, 1) seseorang yg mau menyambut bulan ni dgn keceriaan dan suka cita saja kelak di hari kiamat Allah akan mengharamkannya dari siksa api neraka, 2). bahwa seluruh aktifitas positif yg dikerjakan selama berpuasa di dlm bulan Ramadhan ni pahala yg diberikan berlipat ganda dibanding pd bulan lain, 3). Bahwa Allah sangat mencintai orang-orang yg mau berpuasa ramadhan yg di dalamnya terdapat dua kabar gembira yakni saat ia berbuka puasa dan saat nanti di akhirat dipertemukan dgn Allah Swt.
Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
قال رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم: للصّائم فرحتان، فرحة عند الفطر وفرحة عند لقاء ربّه
Rasulullan Saw: bersabda bahwa bagi seseorang yg melaknakan puasa, maka ia akan memperoleh dua kebahagiaan (kegembiraan); yakni pertama saat ia berbuka puasa dan yg kedua saat ia bertemu dgn Allah Saw kelak di akhirat.
Selama puasa, kita dianjurkan memperbanyak sedekah kepada mereka yg tak punya. Mulai dari yg dekat, terutama tetangga dan sanak kerabat.
Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
مَن فطَّر صائماً كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيء . رواه الترمذي
Barangsiapa yg memberi buka orang puasa, maka baginya pahala semisalnya tanpa mengurangi pahala orang yg berpuasa sedikitpun. [HR. Tirmizi]
أَخْبَرَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ إِلَّا أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ
"Telah mengabarkan kepada kami [Ya'la] telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik] dari ['Atha`] dari [Zaid bin Khalid Al Juhani] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa memberi makan orang yg berpuasa (untuk berbuka), maka ia memperoleh pahala orang yg berpuasa tersebut dgn tanpa mengurangi dari pahalanya sedikitpun." [HR. Darimi No.1640].
Dari ‘Ali bin Abi Thalib, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yg mana bagian luarnya terlihat dari bagian dlm dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lantas seorang Arab baduwi berdiri sambil berkata, Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Untuk orang yg berkata benar, yg memberi makan dan yg senantiasa berpuasa dan salat pd malam hari di waktu manusia pd tidur. Semoga kita termasuk orang yg dirindukan oleh surga. Adakah kerinduan yg lebih tinggi dari itu?
ل
Kamis, 07 Januari 2016
0 Response to "Penjelasan Tentang Empat Golongan yang Dirindukan Syurga"
Posting Komentar